Peringatan Israj’ Mikraj Nabi Muhammad SAW di Musholla Nurul Fallah

image
image

Aia Manggih Selatan — Selasa, 13 Januari 2026 Siang menjelang sore Walinagari Aia Manggih Selatan Menghadiri Isra Mi’raj yang sering disebut dengan Al-Isra Wal Mi’raj merupakan peristiwa yang melekat dengan kerisalahan Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan yang di peringati setiap tanggal 27 Rajab 1444 Hijriah di Musholla Nurul Fallah Jorong Ambacang Anggang.

Atas nama Pemerintah Nagari, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus musholla, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan bekerja sama sehingga kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini dapat terlaksana dengan baik dan penuh khidmat.

“Peringatan Isra Mi’raj bukanlah sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan momentum bagi kita semua untuk kembali merenungi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, terutama perintah salat lima waktu yang menjadi tiang agama, ” ujar Wali Nagari Aia Manggih Selatan dalam sambutannya.

Kata Wali Nagari, Dari peristiwa Isra Mi’raj ini, kita diajak untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan ini pula, saya berharap semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Dengan iman yang kuat dan akhlak yang baik, insyaAllah nagari kita akan menjadi nagari yang religius, rukun, dan sejahtera, ” harapnya.

Saya mengajak kita semua untuk terus memakmurkan musholla, menjadikannya pusat ibadah, pembinaan umat, serta penguatan ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan keberkahan bagi kita semua.

Kata Ustad Asriki Chandra dalam tausiyahnya, Hikmah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar, Muhammad SAW yang bisa dipetik adalah, bersihkan hati, makmurkan masjid, dan perbaiki  sholat kita.

“Jadikan  peringatan Isra Mi’raj sebagai media atau pedoman pencerahan bagi sikap dan tindakan kita, sehingga dari waktu ke waktu, dari hari ke hari amaliah kita akan terus mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” Ustad Asriki Chandra. (AMS)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *